JAKARTA, 29 Januari 2026 — Di tengah tekanan target bisnis yang semakin agresif pada tahun 2026, fungsi Human Resources (HR) menghadapi tantangan krusial: menjaga efisiensi operasional tanpa mengorbankan peran strategisnya sebagai mitra pertumbuhan bisnis. Isu fundamental ini menjadi topik utama dalam HR Leader Gathering yang diselenggarakan oleh KitaLulus dan Smart Salary, Kamis (29/1), bertempat di BART, Artotel Thamrin, Jakarta.
Acara yang dikemas dalam format exclusive networking dinner ini mempertemukan para pemimpin HR dari lintas industri untuk membedah realita kerja HR saat ini. Diskusi mencakup tekanan operasional harian, kompleksitas pengelolaan payroll, hingga tuntutan bagi HR untuk berkontribusi langsung pada profitabilitas dan stabilitas perusahaan.
Dalam sesi diskusi, Kamila Fakhra Fahima, HR Manager KitaLulus, menyoroti fenomena perubahan peran HR di tahun 2026. Ia menekankan bahwa efektivitas strategi HR seringkali terhambat oleh beban administratif yang belum terdigitalisasi dengan baik.

“Ketika target bisnis meningkat, organisasi membutuhkan sistem HR yang mampu bergerak secepat bisnisnya. Pendekatan berbasis data dan otomatisasi bukan lagi pilihan tambahan, tetapi fondasi agar HR tetap relevan dan berkelanjutan.” ujar Kamila.
Senada dengan hal tersebut, Randi Oxtalidon, Head of Implementation & Compensation Benefit Smart Salary, memaparkan bahwa pilar fundamental seperti payroll dan kepatuhan operasional adalah area paling sensitif. Kesalahan di area ini tidak hanya mengganggu arus kas, tetapi juga merusak kepercayaan karyawan secara instan.

“Di lapangan, kami melihat tantangan HR justru muncul setelah karyawan bergabung. Payroll dikejar deadline, data tersebar di banyak file, dan HR sering menjadi tempat komplain pertama. Tantangan ini bukan tanda HR kurang kompeten, tapi tanda organisasi sudah berkembang dan prosesnya makin kompleks,” jelas Randi.

Forum ini menjadi ruang bagi para peserta untuk berbagi pengalaman nyata mengenai transisi dari paradigma HR administratif menuju HR yang berbasis data dan strategis. Para praktisi yang hadir sepakat bahwa kolaborasi dan penggunaan teknologi yang tepat menjadi solusi dalam menghadapi dinamika pasar tenaga kerja Indonesia yang terus berubah.
Melalui inisiatif ini, Smart Salary juga menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra industri, komunitas, dan organisasi. Tujuannya adalah membangun ekosistem di mana para pemimpin HR dapat saling bertukar wawasan praktis guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif di masa depan.



