Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 22 Persen di Triwulan I 2026

0
54

LRT Jabodebek mencatat peningkatan 22% pengguna pada Triwulan I 2026, dengan 7.754.946 pengguna, dan Stasiun Dukuh Atas, Harjamukti, Pancoran, Kuningan, dan Cikoko sebagai stasiun paling favorit.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tren positif pengguna LRT Jabodebek sepanjang triwulan I tahun 2026, yang melayani 7.754.946 pengguna LRT Jabodebek. Angka ini meningkat 1.403.663 pengguna dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 6.351.283 pengguna, atau tumbuh sebesar 22 persen.

Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika menyampaikan bahwa peningkatan ini mengindikasikan adanya kecenderungan perubahan pola mobilitas masyarakat perkotaan, seiring meningkatnya penggunaan transportasi publik yang terintegrasi serta efisien.

“LRT Jabodebek menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat yang menawarkan ketepatan waktu, konektivitas dengan lokasi pusat aktivitas perkantoran, integrasi antarmoda, dan bebas dari kemacetan,” ucapnya.

Dari sisi pola perjalanan, rata-rata pengguna pada hari kerja (weekday) mencapai 113.898 pengguna per hari, meningkat 23.992 pengguna atau 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, rata-rata pengguna pada akhir pekan (weekend) mencapai 42.829 pengguna per hari, meningkat 6.875 pengguna atau 19 persen.

Adapun jumlah pengguna pada triwulan I 2026 tercatat sebagai berikut:

* Januari: 2.714.594 pengguna

* Februari: 2.530.000 pengguna

* Maret: 2.510.352 pengguna

Selama Triwulan I 2026 terdapat 5 stasiun paling favorit, yaitu Dukuh Atas, Harjamukti, Pancoran, Kuningan, dan Cikoko. Lima stasiun ini memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas kawasan. Stasiun Dukuh Atas terkoneksi dengan moda transportasi KRL, KA Bandara, MRT Jakarta, serta TransJakarta. Begitu juga dengan Stasiun Cikoko yang memiliki integrasi dengan KRL serta TransJakarta, sehingga memudahkan perpindahan antarmoda secara efisien.

Stasiun Kuningan dan Pancoran berada di pusat aktivitas bisnis dan perkantoran Jakarta, menjadikannya simpul utama pergerakan masyarakat. Sementara itu, Stasiun Harjamukti menjadi akses penting bagi masyarakat dari wilayah penyangga menuju pusat kota. Keberadaan stasiun-stasiun ini memperkuat ekosistem urban mobility yang terintegrasi, sekaligus mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“KAI mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengguna yang memberikan kepercayaan mobilitasnya menggunakan LRT Jabodebek. Hal ini menjadi dorongan bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan, sekaligus mendukung pengembangan transportasi publik di Indonesia,” tambahnya.

Ke depan, LRT Jabodebek akan terus memperkuat perannya dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan melalui layanan yang andal, terintegrasi, dan berorientasi pada efisiensi waktu perjalanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here