Pengguna LRT Jabodebek April Tembus 2,9 Juta, Kian Jadi Pilihan Mobilitas Harian Masyarakat

0
38

Minat masyarakat terhadap LRT Jabodebek terus meningkat, tercermin dari capaian 2,91 juta pengguna pada April 2026—menjadi rekor tertinggi sejak beroperasi. Angka ini naik 16 persen dibanding Maret 2026 dan sekitar 40 persen dibanding April 2025.
Peningkatan ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik yang terintegrasi, nyaman, dan memiliki kepastian waktu. LRT Jabodebek dinilai mampu mendukung mobilitas harian, khususnya bagi pengguna yang bepergian dari kawasan permukiman ke pusat bisnis dan aktivitas.
Stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi didominasi oleh kawasan strategis seperti Dukuh Atas, Harjamukti, dan Kuningan. Tingginya aktivitas di stasiun-stasiun tersebut mencerminkan peran lokasi yang dekat dengan pusat kegiatan serta dukungan integrasi antarmoda di berbagai titik seperti Dukuh Atas, Cikoko, Cawang, Bekasi Barat, TMII, dan Halim.
Ke depan, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan LRT Jabodebek guna mendukung mobilitas perkotaan yang efisien, nyaman, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Minat masyarakat terhadap transportasi publik modern terus menunjukkan tren positif. Pada April 2026, LRT Jabodebek mencatat rekor tertinggi jumlah pengguna sejak mulai beroperasi dengan melayani 2.912.092 pengguna.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 16 persen atau bertambah 402.060 pengguna dibanding bulan Maret 2026 yang tercatat 2.510.032 pengguna. Sementara dibanding bulan April 2025, meningkat sekitar 40 persen yang tercatat sebanyak 2.083.391 pengguna.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan peningkatan jumlah pengguna menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat dalam menggunakan transportasi publik yang terintegrasi, nyaman, dan memiliki kepastian waktu untuk mendukung mobilitas sehari-hari di wilayah Jabodebek.

“LRT Jabodebek kini semakin menjadi pilihan masyarakat untuk mobilitas harian karena mampu memberikan kepastian waktu perjalanan di tengah kepadatan lalu lintas perkotaan, sekaligus terhubung dengan berbagai moda transportasi dan pusat aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, beberapa faktor juga mempengaruhi masyarakat menggunakan LRT Jabodebek, khususnya pengguna yang melakukan mobilitas rutin dari kawasan permukiman menuju pusat bisnis, perkantoran, maupun destinasi lainnya.

Adapun stasiun paling favorit dari pengguna LRT Jabodebek selama bulan April 2026 yakni :

Tap In

Dukuh Atas : 435.009 pengguna;

Harjamukti : 333.025 pengguna;

Kuningan : 273.011 pengguna;

Cikoko : 237.669 pengguna;

Rasuna Said : 174.905 pengguna.

Tap Out

Dukuh Atas : 374.050 pengguna;

Harjamukti : 335.923 pengguna;

Kuningan : 267.258 pengguna;

Pancoran : 256.230 pengguna;

Cikoko : 237.348 pengguna.

“Tingginya mobilitas di stasiun tersebut menunjukkan peran penting kedekatan dengan pusat aktivitas masyarakat dalam mendorong pertumbuhan pengguna LRT Jabodebek,” terangnya.

Selain mendukung mobilitas masyarakat perkotaan, integrasi antarmoda di sejumlah stasiun strategis seperti Dukuh Atas, Cikoko, Cawang, Bekasi Barat, TMII, hingga Halim juga terus memperkuat konektivitas perjalanan masyarakat menuju kawasan bisnis, perkantoran, pusat aktivitas, serta layanan transportasi lanjutan.

KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan LRT Jabodebek sebagai transportasi publik modern yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai pusat aktivitas secara lebih efisien, nyaman, terintegrasi, serta mendukung mobilitas perkotaan yang berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here