Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global? Investor Kini Bisa Akses Tokenisasi Aset Global Mulai Rp10.000 di Bittime

0
40

Jakarta, 19 Juni 2026 – Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS kembali menjadi perhatian investor dan masyarakat Indonesia. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, investor mulai mencari instrumen yang dapat membantu menjaga nilai aset sekaligus memberikan diversifikasi portofolio. Selaras dengan ini President Director Bittime, Ronny Prasetya dalam diskusi nya bersama Sindonews, memandang tokenisasi aset global sebagai salah satu alternatif investasi di tengah volatilitas pasar.

Di tengah gejolak geopolitikal global dan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah, investor mulai mempertimbangkan diversifikasi ke berbagai kelas aset sesuai profil risiko masing-masing. Tokenisasi Real World Assets (RWA) menjadi salah satu inovasi yang membuka akses investasi global yang lebih inklusif bagi masyarakat Indonesia.

President Director Bittime, Ronny Prasetya menyampaikan bahwa saat ini investor memiliki berbagai pilihan instrumen investasi mulai dari komoditas, saham, obligasi, hingga aset kripto yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi keuangan. Tokenisasi Real World Assets (RWA) merupakan aset dunia nyata yang direpresentasikan dalam bentuk token digital di jaringan blockchain. Melalui proses tokenisasi, berbagai aset yang sebelumnya sulit dijangkau oleh investor dapat diakses secara lebih mudah dan efisien.

“Tokenisasi aset global pada dasarnya menghubungkan dunia keuangan tradisional dengan ekosistem aset digital. Dengan begitu, investor dapat memperoleh akses terhadap aset yang memiliki nilai nyata, dan fleksibilitas transaksi yang ditawarkan teknologi blockchain. Konsep ini memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap aset yang memiliki nilai ekonomi riil, sambil memanfaatkan keunggulan teknologi blockchain seperti transparansi, efisiensi, dan aksesibilitas yang lebih luas,” jelas Ronny.

Ronny memandang tokenisasi RWA dapat menjadi salah satu opsi bagi investor yang mengutamakan stabilitas dan diversifikasi portofolio. Sebab, aset tokenisasi RWA memiliki dasar yang dapat diukur dan bernilai nyata, sehingga memberikan pendekatan investasi yang lebih dekat dengan instrumen keuangan konvensional. Namun, investor tetap harus memahami bahwa setiap instrumen memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda.

Perkembangan regulasi yang semakin jelas menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan industri aset digital di Indonesia. Di mana, industri aset kripto tengah mengalami transformasi fundamental, dan bergeser dari aset yang bersifat spekulatif menuju instrumen yang memiliki nilai riil melalui tokenisasi aset dunia nyata (RWA). Dukungan OJK terhadap inovasi teknologi keuangan, termasuk pengembangan tokenisasi aset dunia nyata, juga memberikan sinyal positif terhadap perkembangan industri aset digital dan aset kripto Indonesia.

Sebagai platform perdagangan aset keuangan digital (PAKD) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bittime menghadirkan akses yang mudah bagi masyarakat untuk memasuki ekosistem aset digital, termasuk aset-aset berbasis RWA. Dan hanya memperdagangkan aset kripto yang masuk dalam daftar aset kripto yang diperbolehkan untuk diperdagangkan di Indonesia sesuai ketentuan regulator dan berada dalam pengawasan OJK.

Lebih lanjut, untuk mulai berinvestasi, pengguna cukup mengunduh aplikasi Bittime, melakukan registrasi akun, menyelesaikan proses verifikasi identitas (KYC), kemudian melakukan deposit dana. Setelah itu, pengguna dapat mulai bertransaksi berbagai aset digital mulai dari Rp10.000.

Sebagai platform aset global bagi Indonesia, Bittime menghadirkan tiga langkah investasi yang mudah bagi investor. Mulai dengan proses Entry deposit rupiah dari berbagai pilihan bank dan e-wallet. Kemudian Allocate dan akses terhadap berbagai pilihan aset global tokenisasi US Dollar (USDT), Emas (XAUT), Tesla Tokenized Stock (TSLAX), Apple Tokenized Stock (AAPLX), SP500 Tokenized ETF (SPYX), dan Nasdaq Tokenized ETF (QQQX). Sehingga investor dapat mengakses berbagai aset diversifikasi dalam satu akun atau All-in-One Account.

Namun, tentu investor perlu memahami bahwa dinamika pasar memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap strategi portofolio masing-masing. Mengingat, kondisi volatilitas pasar yang dapat menciptakan peluang, sekaligus risiko lebih tinggi.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Sebab, aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here