FisTx meluncurkan kampanye #MerdekaBersamaFisTx pada Agustus 2026, bertepatan HUT ke-81 RI, menghadirkan lima solusi teknologi akuakultur buatan dalam negeri (FDS, Nano Disinfektan, Nano Silver, feed additive, dan Nawasena Test Kit) untuk membebaskan tambak dari kaporit, penyakit Vibrio, FCR tinggi, air buruk, dan ketergantungan produk impor, yang telah terbukti menaikkan success rate hingga 83,6% di 25 provinsi dan 3 negara.
Yogyakarta, Agustus 2026 — Memasuki bulan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, FisTx, perusahaan teknologi akuakultur asal Sleman, Yogyakarta, meluncurkan pesan untuk mengajak seluruh tambak udang di Indonesia #MerdekaBersamaFisTx. Kampanye ini menghadirkan lima solusi teknologi yang dirancang menjawab masalah-masalah klasik yang selama ini membebani petambak ikan dan udang di seluruh Indonesia.
Menurut data internal FisTx, sekitar 65% kegagalan budidaya di Indonesia disebabkan oleh kualitas benih dan pakan yang buruk, sementara 80% pembudidaya masih mengandalkan cara konvensional yang rentan terhadap fluktuasi musim dan kualitas air. Alih-alih menawarkan satu solusi generik, FisTx memecah masalah ini menjadi lima isu spesifik, masing-masing dijawab lewat lini produk yang berbeda.
Tambak Merdeka Dari Kaporit & Kimia Berbahaya
Untuk masalah sterilisasi air yang selama ini banyak mengandalkan kaporit dan bahan kimia keras, FisTx menghadirkan FisTx Disinfection System (FDS), yang memadukan teknologi sinar ultraviolet (Baskara UV), elektrolisis air (Cakra Elektrolisis), dan Nano Disinfektan sebagai satu sistem sterilisasi tanpa residu kimia.
Tambak Merdeka Dari Penyakit & Vibrio Berbahaya
Untuk ancaman penyakit seperti Vibrio, EHP, dan AHPND, tersedia Nano Disinfektan dan Nano Silver yang bekerja menekan populasi patogen sejak dini.
Tambak Merdeka Dari FCR Tinggi
Untuk efisiensi pakan, FisTx menghadirkan tiga produk feed additive, yaitu Chemo Attractant, Hepatop, dan Super Aqua.
Tambak Merdeka Dari Air Buruk
Sementara untuk pemantauan kualitas air yang kerap luput dari perhatian, tersedia Nawasena Test Kit untuk deteksi dini dan TippTop Pond untuk perbaikan kualitas air. Seluruh produk ini, termasuk Nawasena Test Kit, Nano Disinfektan, dan Nano Silver, dikembangkan dan diproduksi secara mandiri di dalam negeri.
Rico Wisnu Wibisono, Founder dan CEO FisTx, mengatakan pemilihan momentum Agustus tidak lepas dari semangat kemerdekaan itu sendiri. “Kemerdekaan tidak harus berbentuk besar dan abstrak. Bagi kami, kemerdekaan juga berarti petambak yang akhirnya tahu pasti kondisi airnya, bukan sekadar menebak, dan berhenti bergantung sepenuhnya pada produk dari luar negeri,” kata Rico.
Mas Bayu, Petambak di Pangandaran. “Bakteri vibrio dulu jadi masalah utama di tambak kami. Sekarang bisa kami kendalikan dengan Nano Disinfektan. Kami berhasil pertahankan SR di atas 85% selama 4 siklus terakhir. Ini jadi produk standar wajib di semua kolam tambak kami.”
Berdasarkan data internal perusahaan, adopsi teknologi FisTx selama lebih dari lima tahun terakhir berkontribusi pada peningkatan success rate budidaya hingga 83,6%, kenaikan hasil panen sebesar 33%, serta penurunan biaya produksi termasuk FCR sebesar 27%. FisTx tercatat telah hadir di 25 provinsi di Indonesia dan tiga negara lain, yakni Kuwait, Timor Leste, dan Bahrain, dengan lebih dari 1.500 petambak dan pembudidaya yang telah terjangkau.
Dari situlah lahir semangat yang dirangkum FisTx dalam satu ajakan: Merdeka Bersama FisTx — pengakuan bahwa perjuangan petambak Indonesia layak dirayakan dengan cara yang sama seriusnya dengan perjuangan besar bangsa ini delapan puluh satu tahun silam.



