Igloo: Masyarakat Indonesia Membeli Asuransi Perjalanan Dua Hari Sebelum Keberangkatan, dengan 79% Pelanggan Memprioritaskan Perlindungan Medis

0
44

Masyarakat Indonesia membeli asuransi perjalanan sesaat sebelum keberangkatan, dan perlindungan medis menjadi alasan utama mereka. Data terbaru yang dipublikasikan Igloo, perusahaan insurtech full-stack di Asia Tenggara yang membangun operating system untuk industri asuransi, menunjukkan bahwa median waktu antara pelanggan menerima penawaran dan waktu keberangkatan hanya dua hari. Bahkan, 30% pembelian dilakukan pada hari keberangkatan.

Sebanyak 92% pelanggan menyebut perlindungan medis sebagai pertimbangan utama, diikuti perlindungan terhadap kecelakaan fatal, keterlambatan perjalanan, dan kehilangan bagasi.

Laporan ini menggunakan data transaksi sepanjang tahun 2025 dari igloo.co.id, platform direct-to-consumer milik Igloo di Indonesia. Laporan ini mengulas dinamika permintaan sepanjang tahun, destinasi pilihan masyarakat Indonesia, jenis perlindungan yang dipilih, waktu pembelian, profil pelanggan, serta frekuensi pembelian ulang. Laporan lengkapnya tersedia di situs Igloo.

Penjualan November tercatat lebih dari dua kali lipat rata-rata bulanan

Penjualan asuransi perjalanan di Indonesia mencapai puncaknya pada November dan Desember, seiring meningkatnya perjalanan pada akhir tahun. Hal ini turut berkontribusi pada penjualan November yang tercatat lebih dari dua kali lipat rata-rata bulanan. Permintaan terlihat menurun pada April dan Mei, ketika periode pasca-Idulfitri mendorong masyarakat untuk lebih banyak melakukan perjalanan dalam negeri. Sepanjang tahun, 55% penawaran yang diberikan berujung pada pembelian polis, dengan tingkat konversi yang turut dipengaruhi oleh momentum perjalanan (holiday season) dan aktivitas promosi (campaign activity).

Perjalanan internasional menyumbang 65% dari total polis yang terjual dan paling banyak terjadi pada kuartal pertama dan keempat. Sementara itu, perjalanan domestik meningkat seiring datangnya berbagai hari raya dan periode liburan (festival calendar).

Perlindungan medis menjadi prioritas Utama, Covid-19 menjadi kekhawatiran paling rendah

Di berbagai destinasi dan jenis perjalanan, perlindungan medis menjadi prioritas utama. Sebanyak 92% pelanggan memilih perlindungan medis sebagai pertimbangan utama. Perlindungan terhadap kecelakaan fatal berada di posisi berikutnya dengan 62%, diikuti perlindungan atas keterlambatan perjalanan sebesar 61%, kehilangan barang pribadi sebesar 60%, dan keterlambatan bagasi sebesar 54%. Sementara itu, perlindungan Covid-19 kini berada di posisi terakhir dengan 23%, setelah sebelumnya menjadi salah satu fitur utama dalam produk perjalanan selama beberapa tahun.

Destinasi pilihan masyarakat Indonesia dan biaya asuransinya

Jepang menjadi destinasi internasional paling populer, menyumbang 26% dari total polis perjalanan internasional, dengan premi rata-rata sebesar USD 32. China dan Malaysia menyusul masing-masing sebesar 11%, kemudian Singapura sebesar 10% dan Thailand sebesar 9%.

Untuk perjalanan domestik, Malang menjadi destinasi terpopuler dengan 31% dari total polis, diikuti Bandung dan Denpasar yang masing-masing menyumbang 15%.

Perjalanan jarak jauh memiliki premi paling tinggi. Asuransi untuk perjalanan ke Eropa memiliki rata-rata premi sebesar USD 50 per polis, sementara perjalanan ke Australia dan Pasifik mencapai USD 44. Durasi perjalanan menjadi salah satu faktor utama yang menjelaskan perbedaan tersebut. Perjalanan internasional berlangsung rata-rata selama delapan hari, dibandingkan tiga hari untuk perjalanan domestik.

Masyarakat Indonesia masih menjadi pembeli last-minute

Median waktu antara penawaran dan keberangkatan tercatat hanya dua hari. Sebanyak 30% polis dibeli pada hari keberangkatan, sementara 67% dibeli dalam waktu satu minggu sebelum keberangkatan.

Wisatawan domestik membeli asuransi rata-rata satu hari sebelum keberangkatan, sementara wisatawan internasional membelinya enam hari sebelumnya. Rabu menjadi hari dengan pembelian tertinggi, yaitu 19% dari total penjualan. Sementara itu, akhir pekan menjadi periode dengan pembelian terendah, dengan Sabtu dan Minggu secara gabungan hanya menyumbang 17%. Waktu pembelian tertinggi terjadi antara pukul 18.00–20.00, sementara QR code menjadi metode pembayaran yang paling banyak digunakan, yaitu sebesar 43%.

Kode voucher hampir menggandakan tingkat konversi

Penawaran yang menggunakan kode voucher memiliki tingkat konversi sebesar 97%, dibandingkan 51% untuk penawaran tanpa kode voucher. Selisih 46 poin persentase ini mencerminkan kuatnya niat membeli, bukan sekadar pengaruh harga karena pelanggan yang mencari kode voucher umumnya telah memiliki keputusan untuk membeli.

Lima profil wisatawan

Rata-rata pelanggan berusia 36 tahun dan berada dalam usia produktif, dengan komposisi gender yang seimbang. Sepertiga pelanggan berasal dari pusat-pusat perkotaan utama di Indonesia.

Laporan ini mengidentifikasi lima profil wisatawan yang berbeda, dengan wisatawan yang bepergian dalam kelompok memiliki rata-rata premi tertinggi.

1. Wisatawan domestik membayar rata-rata premi USD 10 dan membeli asuransi tiga hari sebelum keberangkatan.

2. Wisatawan regional membayar rata-rata USD 19 dan membeli asuransi 11 hari sebelum keberangkatan

3. Wisatawan dalam kelompok memiliki rata-rata premi tertinggi, yaitu USD 45, dan membeli asuransi 17 hari sebelum keberangkatan.

4. Pelanggan loyal yang melakukan pembelian ulang membayar rata-rata USD 28 dan membeli asuransi 18 hari sebelum keberangkatan.

5. Wisatawan jarak jauh merencanakan perjalanan paling awal, yaitu 31 hari sebelum keberangkatan, dengan rata-rata premi USD 44. Mereka juga memprioritaskan perlindungan evakuasi medis dan pembatalan perjalanan.

Dua dari lima pelanggan kembali membeli

Sebanyak 41% pelanggan telah membeli asuransi setidaknya dua kali, dengan rata-rata empat polis per pelanggan. Mereka juga membayar premi 31% lebih tinggi per polis dibandingkan pelanggan yang baru pertama kali membeli. Pelanggan yang melakukan pembelian ulang juga melakukan perjalanan lebih lama dan merencanakannya lebih jauh sebelumnya, dengan rata-rata waktu pembelian 18 hari sebelum keberangkatan, dibandingkan 12 hari untuk pelanggan pertama kali. Mereka juga cenderung membeli asuransi untuk setiap perjalanan, bukan menggunakan paket tahunan.

Pelanggan yang melakukan pembelian ulang juga cenderung tetap berada dalam kategori perjalanan yang sama. Pelanggan yang sebelumnya membeli untuk perjalanan domestik tetap memilih perjalanan domestik, sementara pelanggan perjalanan internasional tetap berada dalam kategori internasional. Hal ini membatasi peluang cross-sell antar kategori perjalanan. Mereka juga cenderung membutuhkan lebih sedikit bantuan dalam proses pembelian, karena dapat mengandalkan perangkat AI Igloo dan riwayat pembelian mereka sendiri untuk mencari informasi hingga menyelesaikan pembelian secara mandiri.

“Pembelian asuransi perjalanan di saat-saat terakhir menunjukkan bahwa masyarakat belum menjadikan perlindungan perjalanan sebagai bagian dari perencanaan perjalanan. Mereka membeli ketika ada sesuatu yang mengingatkan mereka, biasanya pada malam hari dan sering kali bahkan di hari keberangkatan. Hal ini menunjukkan bahwa customer journey harus cukup singkat untuk dipahami dan dapat diselesaikan melalui perangkat mobile hanya dalam beberapa menit,” ujar Raunak Mehta, Co-Founder dan CEO Igloo. “Hal ini turut membentuk fitur AI terbaru kami, yaitu agen berbasis chat yang memandu pelanggan mulai dari tahap pencarian hingga pembelian.”

Memaksimalkan penggunaan asuransi dalam kebiasaan perjalanan masyarakat Indonesia

Seiring dengan tren perjalanan internasional yang semakin menguat pasca pandemi, penetrasi asuransi perjalanan di Indonesia masih tergolong rendah karena berbagai hambatan struktural dan pengalaman pengguna, mulai dari halaman produk yang dipenuhi jargon, minimnya panduan bagi pengguna dalam memilih produk dan paket dari berbagai penyedia asuransi, hingga keterbatasan akses di luar jam operasional.

Pada Juni 2026, Igloo meluncurkan Igi, asisten AI end-to-end untuk asuransi perjalanan di Indonesia. Igi memandu wisatawan dalam seluruh proses, mulai dari memilih destinasi dan membandingkan paket hingga mendapatkan rekomendasi yang dipersonalisasi, melakukan pembayaran, dan menerbitkan polis dalam satu percakapan. Berbeda dari chatbot atau layanan customer support berbasis AI, Igi mampu menangani seluruh proses pembelian secara mandiri.

Sejak diluncurkan, pengguna yang berinteraksi dengan Igi memiliki kemungkinan 44% lebih tinggi untuk menyelesaikan pembelian asuransi perjalanan dibandingkan dengan pengguna yang hanya menggunakan situs web.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here