Di Balik Keselamatan dan Kelancaran Perjalanan, Petugas LRT Jabodebek Rutin Periksa dan Rawat Jalur

0
57

Di Balik Keselamatan dan Kelancaran Perjalanan, Petugas LRT Jabodebek Rutin Periksa dan Rawat Jalur

Keselamatan pengguna dan kelancaran perjalanan merupakan prioritas utama LRT Jabodebek dalam melayanani masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan dan perawatan prasarana jalur secara rutin, mulai yang dilakukan setiap hari hingga secara periodik. Hal ini tentunya untuk memastikan kondisi jalur LRT Jabodebek sepanjang lebih kurang 43 km dapat terjaga sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) dan ketentuan teknis yang berlaku.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa pemeriksaan dan perawatan prasarana merupakan salah satu upaya penting untuk menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan LRT Jabodebek. Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian pada komponen jalur, menilai kondisi prasarana, serta menentukan tindak lanjut yang diperlukan sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan teknis yang berlaku.

“Keselamatan pengguna dan perjalanan LRT Jabodebek menjadi prioritas dalam penyelenggaraan layanan transportasi publik. Karena itu, kondisi prasarana jalur perlu dijaga melalui pemeriksaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin dan terencana. Melalui upaya ini, potensi permasalahan dapat diidentifikasi lebih awal dan ditindaklanjuti sesuai hasil pemeriksaan, sehingga keandalan prasarana dapat terus dijaga untuk mendukung perjalanan pengguna,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, petugas LRT Jabodebek melakukan pemeriksaan berkala yang dilakukan saat jam off operasional atau mulai pukul 00.00 – 04.00 wib. Pemeriksaan prasarana yang dilakukan setiap hari meliputi : pengukuran lebar rel 1.435 mm menggunakan alat matisa, pelumasan pada jalur lengkung,

pemeliharaan drainase dan lingkungan yang berkaitan dengan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), perawatan jalur beton, fastening system / sistem penambat rel, safety fence / pagar pengaman, serta pemeriksaan geometri jalur lengkung.

Selain perawatan harian, pemeriksaan berkala dilakukan sesuai jadwal pemeliharaan yang telah ditetapkan. Pemeriksaan ini mencakup sejumlah komponen penting, antara lain wesel, geometri jalur lengkung, guard rail / pelindung rel, kondisi dan usia penambat, plinth track atau struktur beton pendukung jalur, sambungan rel dengan pengelasan teknik flash butt dan thermit, pelat sambung, dan buffer stop atau pembatas di ujung jalur.

Pemeriksaan berkala juga mencakup clamping device atau perangkat penjepit, serta Seismic Detection Alarm System (SDAS), yaitu sistem yang memberikan informasi terkait dampak getaran gempa terhadap prasarana. Informasi dari SDAS dapat menjadi acuan bagi petugas untuk melakukan pemeriksaan dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan. Selain itu, pemeriksaan dilakukan terhadap aspek K3, drainase dan lingkungan, kondisi dahan pohon, serta struktur bawah jalur (substructure).

Rangkaian pemeriksaan dan perawatan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung keandalan prasarana. Seperti pemeriksaan geometri jalur dan sistem penambat akan membantu mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian pada kondisi jalur. Sementara itu, perawatan wesel dan komponen sambungan rel ditujukan untuk menjaga kondisi komponen yang mendukung perjalanan kereta. Pemeriksaan drainase dan lingkungan juga menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi kondisi di sekitar jalur yang berpotensi memengaruhi prasarana.

“Keandalan transportasi publik tidak hanya bergantung pada pengoperasian kereta, tetapi juga pada kondisi prasarana yang menunjang perjalanan. Pemeliharaan jalur dan komponen pendukungnya menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan LRT Jabodebek untuk mobilitas harian,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here