Palembang, 7 April 2026 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat pemanfaatan dan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar memiliki peran penting dan strategis dalam menjaga kelancaran operasional kereta api selama masa angkutan lebaran Idul Fitri 1447 H/2026. Tercatat sebanyak 130.608 liter selama masa Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 11 hingga 30 Maret 2026. Penggunaan energi tersebut menjadi elemen vital dalam mendukung kelancaran operasional kereta api serta proses bisnis transportasi di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), khususnya pada layanan angkutan penumpang.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa seluruh penggunaan BBM subsidi tersebut dialokasikan untuk menunjang operasional perjalanan kereta api penumpang, dengan rincian sebagai berikut:
1. Lokomotif KA Sindang Marga relasi Kertapati – Lubuk Linggau (PP): 32.801 liter
2. Lokomotif KA Bukit Serelo relasi Kertapati – Lubuk Linggau (PP): 34.788 liter
3. Lokomotif KA Rajabasa relasi Kertapati – Tanjungkarang: 38.769 liter
4. Genset untuk tiga rangkaian KA tersebut: 24.250 liter
Penggunaan BBM tersebut mencerminkan tingginya intensitas operasional KAI Divre III Palembang dalam melayani kebutuhan mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Lebih lanjut, Aida menegaskan bahwa BBM memiliki peran strategis dalam mendukung operasional perusahaan. Selain sebagai sumber tenaga utama bagi lokomotif kereta api diesel, BBM juga menjadi penopang pelayanan publik melalui pemanfaatan subsidi yang dikelola secara optimal dan bertanggung jawab.
“KAI memastikan bahwa penggunaan BBM subsidi dilakukan secara efisien, transparan, dan sesuai peruntukannya dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Hal ini bertujuan untuk menjaga keterjangkauan layanan bagi masyarakat sekaligus mendukung efisiensi biaya logistik nasional,” jelas Aida.
Di sisi lain, BBM juga dimanfaatkan untuk mengoperasikan genset sebagai sumber listrik utama (head-end power) pada rangkaian kereta. Fasilitas ini berperan penting dalam mendukung kenyamanan pelanggan melalui penyediaan penerangan, pendingin udara, serta fasilitas pendukung lainnya selama perjalanan.
Dalam operasionalnya, KAI Divre III Palembang telah menggunakan bahan bakar ramah lingkungan Biosolar B40, yaitu campuran 40% bahan nabati berbasis kelapa sawit dan 60% sendiri bio solar. Penggunaan energi ini sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), yang tidak hanya berkontribusi dalam menekan emisi karbon, tetapi juga meningkatkan performa mesin dan mendukung ketahanan energi nasional
Berdasarkan data dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperoleh alokasi kuota BBM subsidi (Solar/Gas Oil) sebesar 214.342.000 liter untuk tahun 2026, sebagaimana tertuang dalam Keputusan BPH Migas Nomor 99/P3JBT.KOM/BPH.DBBM/2025. Kuota tersebut terdiri dari 191.022.000 liter untuk kereta penumpang dan 23.320.000 liter untuk kereta barang.
KAI berharap pemanfaatan BBM subsidi dapat terus dilakukan secara tepat sasaran guna memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat pengguna jasa kereta api serta mendukung efisiensi sistem logistik nasional.
Melalui pengelolaan energi yang optimal dan berkelanjutan, PT KAI terus berperan sebagai penggerak konektivitas dan pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Bagian Selatan, terutama pada momentum penting seperti Angkutan Lebaran.
“Ketersediaan BBM merupakan aspek yang sangat penting dalam menjaga keandalan layanan, keselamatan perjalanan, serta kesinambungan operasional. Dengan dukungan energi yang terjaga dan komitmen Semakin Melayani, KAI Divre III Palembang berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang andal, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” tutup Aida.



