ITSM Perkuat Posisi sebagai Kampus Inovatif melalui Kemitraan Strategis dengan Positive Technologies pada Kazan Forum 2026

0
45

Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Positive Technologies, perusahaan keamanan siber terkemuka asal Rusia, dalam rangkaian Forum Ekonomi Internasional Russia–Islamic World: Kazan Forum 2026. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini menjadi tonggak penting dalam upaya ITSM memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat perannya dalam pengembangan teknologi digital, keamanan siber, ekonomi digital, dan inovasi berbasis keberlanjutan di Indonesia.

Kerja sama tersebut merupakan bagian dari penguatan kolaborasi
pendidikan dan teknologi antara Rusia dan sejumlah perguruan tinggi Indonesia.
Selain ITSM, program kemitraan ini juga melibatkan beberapa institusi
pendidikan tinggi nasional, antara lain Universitas Padjadjaran, Universitas
Pendidikan Indonesia, Politeknik Manufaktur Bandung, dan Universitas Darul Ma’arif.
Kehadiran berbagai perguruan tinggi dalam kolaborasi ini menunjukkan semakin
besarnya perhatian terhadap pengembangan ekosistem pendidikan cybersecurity
yang mampu menjawab kebutuhan industri dan tantangan global yang terus
berkembang.

Melalui kemitraan ini, ITSM berupaya memperkuat kapasitas pendidikan,
penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi
dan keamanan digital. Di tengah meningkatnya ancaman terhadap infrastruktur
digital, kebutuhan akan tenaga profesional yang memiliki kompetensi cybersecurity
menjadi semakin mendesak. Oleh karena itu, kerja sama dengan Positive
Technologies diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen
untuk memperoleh pengalaman internasional, peningkatan kompetensi teknis, serta
pemahaman mengenai praktik terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan
digital modern.

Ketua Yayasan Institut Teknologi dan Sains Mandala
(ITSM) Jember, Prof. Dr. Kahar Muzakhar
, menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan langkah strategis dalam
meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi sekaligus memperluas
kolaborasi internasional.

“ITSM Jember menyambut baik kerja sama strategis
dengan Positive Technologies. Kolaborasi ini menjadi peluang penting bagi kami
untuk memperkuat pendidikan, riset, dan pengembangan talenta digital, khususnya
di bidang cybersecurity. Kami
berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen,
serta ekosistem akademik ITSM dalam menghadapi kebutuhan industri yang terus
berkembang,”
ujarnya.

Sementara itu, Direktur Regional
Asia Tenggara Positive Technologies, Elena Grishaeva
, menegaskan bahwa
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia di
bidang keamanan siber.

“Kami melihat Indonesia memiliki peluang yang sangat
besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan talenta cybersecurity di
kawasan. Melalui kemitraan dengan ITSM Jember, kami berharap dapat berbagi
pengalaman, pengetahuan, serta praktik industri yang mampu mendukung lahirnya
generasi profesional keamanan siber yang siap menghadapi tantangan transformasi
digital global,”
ungkapnya.

Lebih dari sekadar penguatan bidang keamanan digital, kerja sama ini
juga mendukung visi ITSM sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada
pengembangan teknologi, sains terapan, digital economy, kecerdasan buatan (Artificial
Intelligence
), teknologi biomasa, energi terbarukan, smart agriculture,
ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan. Melalui integrasi berbagai
bidang tersebut, ITSM berkomitmen menghasilkan inovasi yang mampu menjawab
tantangan masa depan sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam era ekonomi digital yang semakin terhubung, keamanan siber menjadi
fondasi penting yang menjamin keandalan sistem, perlindungan data,
keberlangsungan transaksi, serta stabilitas berbagai aktivitas ekonomi berbasis
teknologi. Oleh karena itu, cybersecurity tidak lagi dipandang sebagai
isu teknis semata, melainkan sebagai salah satu faktor strategis yang mendukung
daya saing bangsa dalam menghadapi transformasi ekonomi global.

Keterkaitan tersebut semakin relevan dengan fokus ITSM dalam
pengembangan riset biomasa, energi terbarukan, dan teknologi pertanian modern.
Saat ini, pengelolaan biomasa tidak hanya mengandalkan pendekatan konvensional,
tetapi juga memanfaatkan berbagai teknologi digital seperti Internet of
Things
(IoT), sensor pintar, komputasi awan, kecerdasan buatan, dan
analisis data untuk meningkatkan efisiensi proses produksi serta pengambilan
keputusan. Keamanan sistem dan data menjadi aspek penting untuk memastikan
bahwa inovasi tersebut dapat berkembang secara aman, andal, dan berkelanjutan.

Penguatan kapasitas cybersecurity juga membuka peluang bagi
percepatan hilirisasi riset dan inovasi berbasis biomasa. Pengelolaan data
penelitian, pengembangan teknologi proses, hingga integrasi rantai pasok
industri biomasa memerlukan infrastruktur digital yang aman dan terpercaya.
Dengan dukungan sistem keamanan yang kuat, hasil-hasil penelitian memiliki
peluang lebih besar untuk ditransformasikan menjadi produk dan layanan bernilai
tambah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia usaha.

Di sektor pertanian, penerapan teknologi digital telah mendorong
lahirnya konsep smart and precise agriculture yang memungkinkan
pengelolaan lahan secara lebih efektif dan efisien. Pemanfaatan sensor
lapangan, drone, citra satelit, dan analitik berbasis kecerdasan buatan
membantu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi penggunaan sumber daya.
Integrasi teknologi tersebut tidak hanya mendukung modernisasi sektor
pertanian, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan
nasional melalui pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan berbasis
data.

Selain mendukung hilirisasi biomasa, penguatan keamanan digital juga
dapat meningkatkan kepercayaan industri dan investor terhadap pengembangan
teknologi berbasis energi terbarukan dan ekonomi digital. Perlindungan data,
keamanan kekayaan intelektual, serta keandalan sistem operasional menjadi
faktor penting dalam menciptakan ekosistem inovasi yang kompetitif dan
berkelanjutan.

ITSM memandang bahwa cybersecurity, digital economy, biomasa,
ketahanan pangan, dan kemandirian energi merupakan elemen yang saling terhubung
dalam membangun ekosistem pembangunan masa depan. Integrasi berbagai bidang
tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya memberikan
manfaat akademik, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang nyata
bagi masyarakat.

Partisipasi ITSM dalam Kazan Forum 2026 juga memberikan kesempatan untuk
memperluas wawasan global, membangun jejaring akademik dan industri
internasional, serta menjajaki peluang kolaborasi multidisiplin antara
Indonesia dan Rusia. Forum ini menjadi sarana strategis bagi ITSM untuk
mempelajari perkembangan terkini di bidang cybersecurity, digital economy,
energi terbarukan, teknologi biomasa, kecerdasan buatan, dan pertanian modern
yang saat ini menjadi fokus pembangunan berbagai negara.

Melalui kemitraan dengan Positive Technologies, ITSM menegaskan
komitmennya untuk menjadi pusat unggulan pengembangan cybersecurity, digital
economy
, biomasa, dan teknologi berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan tidak
hanya menghasilkan sumber daya manusia yang kompetitif di tingkat global,
tetapi juga melahirkan inovasi yang mampu memperkuat ketahanan pangan,
mendorong kemandirian energi berbasis biomasa, serta meningkatkan daya saing
Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi dan teknologi masa depan.
Kolaborasi ini sekaligus menegaskan peran ITSM sebagai institusi pendidikan
yang aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui integrasi ilmu
pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here