Melalui program AI Clinic for Business, Telkom AI Connect Makassar memfasilitasi 20 pelaku UMKM dengan hands-on workshop pemanfaatan Generative AI dan Heepsy untuk merancang strategi influencer marketing yang tepat sasaran.
Makassar, 17 Juli 2026 – Telkom AI Center of Excellence Makassar bekerja sama dengan Skillforcuan dan Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Makassar menyelenggarakan “AI Clinic for Business: Strategi Influencer Marketing Berbasis AI untuk UMKM”. Kegiatan yang berlangsung secara eksklusif dan interaktif ini digelar di Telkom AI Center of Excellence Makassar, dan sukses memenuhi kuota dengan diikuti oleh 20 perwakilan UMKM dari berbagai sektor bisnis di Makassar.
Program ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan UMKM dalam memasarkan produk di era digital. Peserta dibekali pemahaman mengenai bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat mengoptimalkan pemilihan influencer, menyusun campaign, hingga menganalisis tren audiens agar strategi pemasaran menjadi lebih efisien secara biaya dan berdampak maksimal.
Sesi ini menghadirkan Akhmad Furqan, Founder Skillforcuan, sebagai narasumber, sementara jalannya diskusi dipandu oleh Aisyah Nurrahmah, BCL Support Telkom AI Connect Makassar. Melalui sesi praktik (hands-on), peserta memanfaatkan ChatGPT dan teknologi generative AI untuk menyusun strategi kampanye pemasaran sesuai kebutuhan bisnis masing-masing. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada pemanfaatan platform Heepsy untuk mencari, menghubungi, dan mengelola kolaborasi dengan kreator konten di Instagram, TikTok, LinkedIn, dan YouTube sebagai bagian dari penerapan strategi influencer marketing berbasis data.
Infuencer Marketing oleh founder Skillforcuan” />
Dalam sesinya, Akhmad Furqan menekankan bahwa influencer marketing tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memahami minat audiens dan membangun loyalitas terhadap merek. “Marketing dengan influencer tidak melulu soal sales atau penjualan. Informasi dari marketing dengan influencer juga dapat kita pecah untuk memperoleh, seperti apakah interest dari audiens, dan loyalty yang dimiliki dari influencer tersebut,” ujar Akhmad Furqan. Ia juga mengingatkan bahwa membangun brand awareness membutuhkan proses yang konsisten. Perubahan persepsi maupun keputusan pembelian calon pelanggan tidak dapat dibentuk hanya melalui satu kali kampanye promosi.
Dinamika kelas berjalan sangat interaktif karena peserta langsung mempraktikkan materi melalui sesi mentoring dan diskusi. Sebagai puncak acara, Telkom AI Connect memberikan apresiasi kepada tiga rancangan campaign plan terbaik yang berhasil disusun dengan framework yang telah dibuat peserta selama sesi berlangsung.
Juara pertama diraih oleh Dini, pemilik Markisa Bintang Jaya. Bersama dua pemenang lainnya, ia dinilai berhasil mengintegrasikan solusi AI ke dalam strategi pemasaran bisnis secara kreatif dan aplikatif. Menanggapi pencapaiannya, Dini mengungkapkan, “Program ini sangat keren, karena dengan adanya pemanfaatan AI kami dapat melakukan pengembangan bisnis secara kreatif dan juga inovatif.”
Antusiasme senada disampaikan oleh Veronika Erasanti, pemilik Rujak Buah Mba Ira. “Pelatihan hari ini betul-betul membekali kami para UMKM dengan pengetahuan-pengetahuan yang up-to-date. Sangat keren, pengen lagi buat ikut workshop-workshop selanjutnya,” ungkapnya.
Melalui AI Clinic for Business, Telkom AI Connect terus berkomitmen memperkuat kapasitas talenta digital dan pelaku UMKM melalui pendampingan yang aplikatif, sehingga mendorong adopsi teknologi AI untuk meningkatkan daya saing dan inovasi bisnis.



