Sudah siap belum? Tagihan RS tembus ratusan juta, kita bisa apa?

0
49

Membangun kemandirian finansial membutuhkan waktu
bertahun-tahun, namun satu risiko kesehatan dapat menghapus hasil perjuangan
tersebut dalam sekejap jika tanpa perlindungan yang memadai. Tidak sedikit
keluarga yang terpaksa kehilangan aset berharga mereka, mulai dari kendaraan
pribadi, tabungan, hingga rumah tinggal, demi menanggung tingginya biaya
pengobatan. Situasi serupa pun nyaris dialami oleh keluarga Ronald.

Berangkat dari pengalaman kerabat dekat yang
mengalami kesulitan finansial akibat tidak memiliki proteksi kesehatan saat
jatuh sakit, Ronald sebagai kepala keluarga memutuskan untuk memberikan
perlindungan kesehatan bagi anaknya melalui Prudential Syariah pada 2019. Berawal dari proteksi untuk sang anak, Ronald kemudian menyadari pentingnya
perlindungan bagi seluruh keluarga. Ia pun memutuskan untuk melengkapi proteksi
kesehatan bagi dirinya, istri, dan anaknya.

Saat pandemi COVID-19
melanda, Ronald terpapar varian Delta dengan gejala yang cukup parah. Ia harus
menjalani perawatan selama hampir dua minggu, termasuk dirawat di ICU, dengan
total biaya pengobatan mencapai sekitar Rp500 juta.

“Awalnya istri saya sempat
panik dan khawatir memikirkan biaya yang harus dikeluarkan, bahkan sampai
terpikir untuk menjual aset. Untungnya, tenaga pemasar Prudential Syariah kami
menyampaikan bahwa seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh perusahaan. Saat
itu, saya dan istri benar-benar merasa sangat lega, sehingga saya bisa fokus
menjalani pemulihan,” ujar Ronald.

Di tahun 2022, Ronald
kembali mengalami hal tidak terduga, disaat sedang melakukan perjalanan dinas,
dirinya merasa tidak enak di bagian perut dan mengalami perubahan warna pada
urin. Setelah sampai di Jakarta, Ronald segera dilarikan ke rumah sakit dan menjalani
tindakan USG yang berujung harus dilakukan operasi karena ditemukan bahwa
empedunya sudah pecah dan memakan biaya sekitar Rp 150 juta.

“Alhamdulilah, klaim
berjalan lancar, semua tindakan saya berhasil ditanggung oleh Prudential
Syariah dan saya tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Ternyata dengan
bergabung  sebagai peserta di Prudential
Syariah, ketenangan itu bukan untuk saya saja tetapi istri dan keluarga saya
juga, karena tidak perlu khawatir akan biaya yang dikeluarkan.” ujar
Ronald.  

Menurut Ronald, selain
dengan memahami ketentuan polis, peran tenaga pemasar sangat berkontribusi
besar dalam proses klaim. Selain membantu proses administrasi di rumah sakit,
Ronald merasa beruntung bahwa tenaga pemasar yang membantunya kerap mencari solusi
untuk menenangkan dirinya dan keluarga disaat terjadi kekhawatiran akan biaya
pengobatan yang tinggi.

Lewat Prudential Syariah, Ronald merasakan betul
konsep dari asuransi syariah, yaitu tolong menolong antar sesama peserta.
Melalui konsep dana tabarru’, peserta dapat menerapkan wujud nyata gotong
royong para peserta yang dikumpulkan untuk saling membantu saat musibah
melanda. Di sini, Prudential Syariah mengemban amanah besar untuk memastikan
seluruh penyaluran klaim dilakukan secara tepat sasaran dan konsisten mematuhi
prinsip syariah serta sesuai dengan syarat dan ketentuan polis.

Vivin Gautama, Chief Customer &
Marketing Officer Prudential Syariah,
menegaskan, “Ketenangan keluarga adalah
amanah yang kami jaga. Di Prudential Syariah, kami hadir sebagai ‘Satu yang
Melindungi’, memastikan setiap keluarga tidak menghadapi ketidakpastian
sendirian. Melalui prinsip saling melindungi dan tolong-menolong (ta’awun), proteksi
bukan hanya menjadi ikhtiar finansial, tetapi juga wujud kepedulian yang
menghadirkan ketenangan jiwa dan keberkahan bagi masa depan keluarga. Didukung
oleh 67 ribu tenaga pemasar di seluruh Indonesia, kami berkomitmen untuk terus
mendampingi keluarga Indonesia agar dapat melangkah dan mewujudkan mimpi
terbaiknya di masa depan.”

Komitmen tersebut juga tercermin dari pembayaran
klaim kepada para peserta. Sejak berdiri sebagai entitas mandiri pada 2022
hingga 2025, Prudential Syariah telah membayarkan santunan sebesar Rp8,5
triliun untuk lebih 300 ribu peserta, sebagai bentuk nyata perlindungan dan
dukungan finansial ketika keluarga menghadapi risiko kehidupan.

“Kita harus menyadari bahwa
proteksi kesehatan adalah hal yang sangat penting dan tidak bisa ditunda, sebab
ia berfungsi sebagai sabuk pengaman bagi finansial kita. Bersiap dari sekarang
lewat proteksi bukan karena kita cemas, melainkan sebuah ikhtiar mulia untuk
mengamankan aset keluarga, memastikan ketenangan bersama, dan menjaga agar
langkah aktif kita tidak pernah merepotkan orang-orang tercinta” tutup Ronald.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here