Mengenal “Dapur” Operasional LRT Jabodebek, Edukasi Publik Dimulai dari Balik Layar

0
43

Sebagian besar pengguna LRT Jabodebek hanya melihat kereta datang dan berangkat tepat waktu. Namun di balik kelancaran perjalanan tersebut terdapat sistem pengendalian, pemeliharaan, dan prosedur keselamatan yang bekerja selama 24 jam. Untuk memperkenalkan proses tersebut kepada masyarakat, LRT Jabodebek menggelar program edukasi operasional bagi 50 anggota komunitas pecinta kereta api dari Sadulur Sepoor serta Edan Sepur Wilayah Jabodetabek dan Banten di Kantor Divisi LRT Jabodebek, Minggu (26/7).

Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai transportasi perkeretaapian modern. Peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai sistem operasional LRT Jabodebek, tetapi juga diajak melihat langsung bagaimana keselamatan perjalanan dijaga melalui proses perawatan sarana serta pengendalian perjalanan kereta secara real time.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa pemahaman masyarakat terhadap proses operasional perkeretaapian menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan transportasi publik.

“Transportasi publik tidak hanya tentang perjalanan dari satu stasiun ke stasiun lainnya. Di balik setiap perjalanan terdapat rangkaian proses yang memastikan layanan tetap aman, andal, dan tepat waktu. Melalui kegiatan ini kami ingin membuka wawasan masyarakat mengenai bagaimana sistem tersebut bekerja,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengunjungi Depo Light Maintenance untuk melihat proses pemeriksaan dan perawatan ringan rangkaian kereta yang dilakukan secara berkala guna menjaga keandalan sarana sebelum beroperasi melayani masyarakat.

Peserta juga diberi pemahaman mengenai operasional dari LRT Jabodebek yang keseluruhannya dikendalikan melalui Operation Control Center (OCC), pusat kendali yang memantau seluruh perjalanan LRT Jabodebek secara real time. Dari OCC ini, petugas memonitor pergerakan kereta, kondisi operasional, hingga melakukan koordinasi apabila terjadi gangguan agar pelayanan kepada pengguna tetap berjalan optimal.

Melalui kegiatan ini, LRT Jabodebek berharap masyarakat semakin memahami bahwa keselamatan dan keandalan layanan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada disiplin operasional, pemeliharaan yang konsisten, serta sumber daya manusia yang kompeten. Peningkatan literasi transportasi diharapkan dapat mendorong tumbuhnya budaya menggunakan transportasi publik secara aman, tertib, dan bertanggung jawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here